Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Maret 2011




Rasulullah Saw telah menetapkan emas dan perak sebagai uang. Beliau menjadikan hanya emas dan perak saja sebagai standar uang. Standar nilai barang dan jasa dikembalikan kepada standar uang dinar dan dirham ini. Dengan uang emas dan perak inilah semua bentuk transaksi dilangsungkan. Beliau telah membuat standar uang ini dalam bentuk uqiyah, dirham, mitsqal dan dinar. Semua sudah dikenal dan sangat masyhur pada masa Rasulullah saw, ke masyarakat Arab telah mempergunakannya sebagai alat tukar dan ukuran nilai dalam transaksi.
Islam juga telah mengkaitkan emas dan perak dengan hokum-hukum tertentu. Ketika Islam mewajibkan diyat, Islam telah menentukannya dengan ukuran emas (dinar). Rasulullah perna menyatakan di dalam surat beliau yang dikirimkan kepada penduduk Yaman bahwa di dalam pembunuhan jiwa terdapat diyat berupa 100 ekor unta dan terhadap pemilik emas ada kewajiban sebanyak 1000 dinar. (HR. an-Nasa'i)

Ketika Islam mewajibkan hukuman potong tangan bagi pelaku pencurian, Islam juga menentukan ukuran tertentu dalam bentuk emas. Rasulullah Saw bersabda, "Tangan wajib dipotong apabila mencuri atau lebih. (HR. albukhori dan Aisyah)

Ketentuan hukum Islam di atas menunjukkan bahwa dirham dan mitsqal merupakan satuan uang yang digunakan mengukur (menghitung) nilai barang dan jasa. jadi, satuan dan dirham inilah yang menjadi uang yang berfungsi sebagai harga barang sekaligus sebagai alat tukar.

Dari paparan di atas dapat diketahui bahwa di masa awal Islam mata uang yang digunakan adalah dinar dan dirham. Fakta sejarah telah membuktikan hal ini. Di salah satu museum di Paris dijumpai koleksi empat mata uang peninggalan Khilafah Islam. Salah satu di antaranya sampai. saat ini dianggap satu-satunya di dunia sebagai peninggalan sejarah.mata uang. Mata uang itu dicetak pada masa pemerintahan Ali Ra. Sementara tiga lainnya adalah mata uang perak yang dicetak di Damaskus dan Merv sekitar tahun 60-70 Hijriyah.

Di masa Khalifah Umar Ra dan Usman Ra, mata uang telah dicetak pula dengan mengikuti gaya dirham Persia, dengan perubahan pada tulisan yang tercantum di mata uang tersebut dengan tulisan Arab.

Di awal pemerintahan Umar memang pernah timbul pemikiran untuk mencetak uang dari kulit, namun dibatalkan, karena tidak disetujui para sahabat yang lain, dengan alasan tidak terlalu awet dan nilai intrinsiknya tidak bisa menyamai emas dan Perak.

Mara uang Khilafah Islam yang mempunyai ciri khusus baru dicetak pada masa pemerintahan Ali Ra. Namun disayangkan peredarannya sangat terbatas, karena kondisi politik ketika itu tidak stabil. Konsentrasi khalifah saat itu lebih terfokus pada persoalan
politik yang kacau.

Mata uang yang beredar saat ini belum berbentuk bulat seperti uang logam saat ini. Barulah pada zaman Ibnu Zubair mata uang dengan bentuk bulat ini dicetak, namun peredarannya terbatas di Hijaz. sedangkan Mus'ab, Gubernur Kufah, mencetak dengan gaya Persia dan romawi

Pada 72-74 H, Bishri bin Marwan I mencetak mata uang yang disebut atawiya. dan sampai zaman ini, mata uang Khilafah Islam beredar bersama dengan dinar Romawi, dirham Persia dan. Sedikit himyarite Yaman.

Pada zaman Abdul Malik (76 H), barulah pemerintah mendirikan tempat percetakan uang, antara lain di Dara'bjarb, Suq Ahwaz, Sus, Jay dan Manadar, Maysan, Ray dan Abarqubadh. Mata uang dicetak secara terorganisasi dengan kontrol pernerintah.

Nilai uang ditentukan oleh beratnya. Mata uang dinar mengandung emas 22 karat dan terdiri atas pecahan setengah dinar dan sepertiga dinar. Pecahan yang kecil didapat dengan memotong mata uang. Imam Ali misalnya, pernah membeli daging dengan memotong dua karat dari dinar. (HR. Abu Dawud). Sedangkan dirham terdiri dari beberapa pecahan nasb (20 dirham), nawat (5 dirham), dan sbaira 1/60 dirham.

Nilai tukar dinar dirham relatif stabil pada jangka waktu yang paling panjang dengan kurs dirham 1:10. Artinya 1 dinar dengan 10 dirham. Satu dinar terdiri dari 22 karat, sedangkan dirham terdiri dari 14 karat.

Reformasi moneter pernah dilakukan oleh Abdul M yaitu dirham diubah menjadi 15 karat (bukan lagi 14 karat) dan pada saat yang sama, satu dinar dikurangi berat emasnya dari 4,5 gram menjadi 4,25 gram. Di zaman Ibnu Faqih (289 H), nilai menguat menjadi 1: 17, namun kemudian stabil pada kurs 1: 15.

Setelah reformasi moneter Abdul Malik, ukuran-ukuran adalah sebagai berikut: satu dinar 4,25 gram, satu dirham, 3, satu aqiyya setara 90 mitsqal, satu qist 8 ritl (liter), setara setengah satu sha’, satu qafiz 6 sha' setara 1/4 artaba, satu wasq 60 sha'. satu jarih 4 qafiz,

Baca Selengkapnya......

Rabu, 02 Maret 2011

Antara Tembok besar Cina dan Zulkarnain

Diperkirakan sumber awal yang menyatakan bahwa Zulkarnaen (tanpa Iskandar) adalah Alexander the Great dalam khasanah literatur Islam adalah Ibn Hisyam. Ibn Hiyam adalah salah satu ahli sejarah Islam awal yang menulis sejarah kehidupan Rasulullah. Sebagai bahan dasar penulisan sejarah Rasulullah tersebut beliau banyak mengambil bahan dari sejarah Rasulullah yang ditulis oleh Ibn Ishaq (yang sekarang diyakini/diperkirakan tidak ada lagi).

Kembali ke pokok permasalahan, dalam karyanya Ibn Hisyam memberikan komentar tentang siapakah Zulkarnaen dengan mengasosiasikan dia dengan Alexander dari Yunani, dengan tafsiran bahwa “2 tanduknya” adalah rentangan kekuasaannya yang terbentang dari Yunani ke Persia (dahulu kekuasaan kerajaan Persia sampai ke India), atau dari barat sampai ke timur. Kemungkinan besar sejak saat itulah diasosiasikan bahwa Zulkarnaen adalah Alexander (atau Iskandar menurut bahasa Arab dan Eskandar menurut bahasa Persia)

Namun asosiasi tersebut menjadi bermasalah salah satunya karena Alexander diperkirakan bukan seorang monoteis. Oleh karena itu Sayyid Abul Ala Maududi berpendapat bahwa Zulkarnaen bukanlah Alexander. Maududi berpendapat bahwa sifat-sifat Zulkarnaen adalah:
1. Sudah meninggal saat Qur’an diturunkan
2. Punya 2 tanduk
3. Kekuasaannya meliputi suatu daerah yang sangat luas
4. Membangun tembok untuk menahan Yajuj dan Majuj
5. Penguasa yang adil dan percaya kepada Tuhan

Cyrus the Great (590 — 529 sblm Masehi) adalah pendiri dan penguasa kerajaan Persia Kuno. Kerajaannya terbentang dari Asia Barat Selatan (Libanon, Israel) hingga Pakistan (sekarang), dari Timur Tengah hingga Armenia. Kekuasaannya meliputi Timur Barat Utara Selatan. Kerajaan Persia terkenal dengan logo domba dengan 2 tanduk yang melingkar. Al Maududi mengenai tembok besi untuk menghalang Yajuj dan Majuj berpendapat bahwa Yajuj dan Majuj adalah bangsa barbar yang tinggal di daerah Asia Tengah (seperti Mongol, Tartar, Hun, Scythian) dan, menurut Maududi, Cyrus telah membangun dinding untuk membatasi bangsa yang lebih beradap dari bangsa2 barbar tersebut. Selain itu Cyrus terkenal sebagai raja yang adil dan bijaksana. Bahkan dikabarkan dia melepaskan Bani Israel karena Bani Israel adalah kaum monoteistik dan memerintahkan pembangunan Kuil Sulaiman sebagai tempat penyembahan kepada Tuhan.

Orang Israel dan Christian mengenal adanya Book of Daniel, yang menceritakan kehidupan orang Israel dibawah kekuasaan dan tirani Nebukadnezar, dengan Daniel sebagai tokoh utamanya. Daniel adalah orang Israel yang memilii kemampuan menafsirkan mimpi, dan dia sempat menjadi penasehat Nebukadnezar karena kemampuannya trersebut. Pada suatu ketika Daniel bermimpi akan adanya seekor domba dengan 2 tanduk. Salah satu tanduknya agak panjang sebelah. Domba itu menyeruduk ke Barat, Keselatan dan keUtara. Tidak ada binatang yang tahan tandukan domba tersebut. Seekor kambing dengan tanduk tunggal diantara 2 matanya muncul dari barat
Belum lama saya tertarik dengan sebuah buku yang berjudul “Mengungkap Misteri Perjalanan Dzulqarnain ke Cina: Munculnya Ya’juj dan Ma’juj di Asia”.

Berdasarkan penelitian sang penulis, Zulkarnain bukanlah Alexander Agung, karena Alexander Agung bukanlah seorang muslim dan juga merupakan agresor.

Penelitian lanjut beliau, yang tidak bisa saya uraikan di sini karena terlalu panjang, Zulkarnain tidak lain adalah Akhnaton (Amnihotib IV), Raja Mesir yang berkuasa antara tahun 1370 s.d. 1352 SM (Dinasti XVIII). Akhnaton sendiri adalah anak dari Amnihotib III yang saat ini kita kenal dengan Fir’aun, raja Mesir yang mengaku dirinya sebagai Tuhan dan ingin membunuh nabi Musa. Banyak fakta yang ditampilkan oleh penulis yang mengarahkan Zulkarnain sebagai anak Firaun. Zulkarnain inilah yang diyakini sebagai orang yang membela Nabi Musa ketika Firaun ingin membunuhnya yang disebutkan dalam Al-Quran sebagai “laki-laki yang beriman”. Kisah ini bisa disimak dalam
Q.S. 40:27:
Dan berkata Fir`aun (kepada pembesar-pembesarnya): “Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi”.

Q.S. 40:27
Dan Musa berkata: “Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab”.

Al-Mu`min:028
Dan seorang laki-laki yang beriman di antara keluarga (pengikut-pengikut) Fir`aun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.

Siapakah lelaki beriman itu? Menurut penulis, dia tidak lain adalah Zulkarnain. Bersama istri dan keenam putrinya beliau mengajarkan untuk bertauhid dan dia adalah satu-satunya raja Mesir dalam sejarah yang beriman kepada satu Tuhan, Tuhannya Matahari, yang pada saat itu Matahari dianggap sebagai Tuhan oleh masyarakat Mesir. Dan sangat mungkin anak Firaun ini beriman, karena beliau hidup semasa dengan Nabi Musa yang ketika kecil nabi Musa dirawat oleh istrinya Firaun. Pergaulannya dengan nabi Musa yang mungkin menyebabkan Akhnaton beriman kepada Allah.

Akhnaton menjadi raja setelah ayahnya Firaun tewas di laut merah ketika mengejar nabi Musa.

Dari sekian banyak raja Mesir, hanya Raja Zulkarnain (Akhnaton) dan keluarganya yang tidak ditemukan muminya meskipun piramid yang akan digunakan untuk makam Raja Akhnaton berhasil ditemukan namun para ahli sejarah tidak berhasil menemukan muminya.

Pertanyaannya, mengapa tidak ada makam Raja Akhnaton? Salah satu jawaban yang mungkin adalah Raja Akhnaton atau Zulkarnain tidak meninggal di Mesir, tetapi di luar Mesir. Perjalanan Zulkarnain ke luar Mesir berdasarkan perintah Allah yang tercatat dalam kisah Zulkarnain di Al-Quran Q.S. Al-Kahfi: 83-99.

Zulkarnain diperintahkan untuk menuju tempat terbenam matahari (Bagian barat bumi), tempat terbit matahari (bagian timur bumi), dan juga menuju tempat “baina as-saddain (di antara dua bukit). Berdasarkan bukti, fakta, dan argumentasi yang diberikan oleh penulis, penulis meyakini bahwa yang dimaksud tempat terbenam matahari adalah kepulauan Maladewa, kemudian beliau menyusuri khatulistiwa menuju tempat terbitnya matahari. Kepulauan Kiribati dinyatakan oleh penulis sebagai tempat terbitnya matahari. Di tempat ini terbit dan terbenamnya matahari selalu sama sepanjang tahun, yaitu terbit selalu jam 06.30 dan terbenam selalu jam 18.30, dengan kata lain siang hari selalu 12 jam, dan malam hari selalu 12 jam. Setelah itu beliau diperintahkan oleh untuk berbelok arah menuju tempat yang terletak di antara dua bukit. Berdasarkan penelitian beliau, lokasi itu tidak lain adalah China.

Cerita Zulkarnain juga terkait dengan Ya’juj dan Ma’juj. Dalam kaidah bahasa Arab, kata Ya’juj dan Ma’juj ini adalah kata yang aneh karena tidak bisa ditashrif. Ternyata Allah ingin membuktikan sebuah sejarah dengan menggunakan kata aslinya. Ya’juj dan Ma’juj ternyata berasal dari bahasa China:
Ya = Asia
Jou atau Zhou = Benua, tempat tinggal
Ma = kuda

Di dalam Surat AL-Kahfi disebutkan bahwa Ya’juj (Penduduk Benua Asia) dan Ma’juj (Penduduk Benua Kuda) adalah perusak di muka bumi.

Pemahaman tentang Ya’juj dan Ma’juj ini juga sejalan dengan hadits nabi:
“Kalian mengatakan, kalian tidak punya musuh. Kalian tetap akan melawan musuh kalian sehingga keluar Ya’juj dan Ma’juj yang bermuka lebar, bermata sipit, bersosok (atau berkulit kuning), akan turun dari setiap perbukitan, seakan wajah mereka rata bagai permukaan palu.” (Hadits riwayat Imam Ahmad)

Hadits di atas menerangkan sebagian karakteristik fisik Ya’juj dan Ma’juj yang mendiami Asia Timur, Asia Utara, Asia Tengah, dan benua kuda (Bangsa Mongol. Orang Barat menyebutnya Horse People).

Di dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda:
“Tiada ilah selain Allah. Celaka orang-orang Arab akibat kejahatan yang kian dekat. Tembok pemisah (perlindungan dari) Ya’juj dan Ma’juj terlah terbuka, seperti ini,” beliau sambil melingkarkan ibu jari dan telunjuknya. Zainab berkata, “Kataku, Wahai Rasulullah, apakah kita akan binasa sedang di tengah-tengah kita terdapat orang-orang shaleh?” Beliau menjawab, “Ya, jika kejahatan merajalela.” HR. Bukhori.

Perlu dicatat, penulis menganggap bahwa Tembok China yang kita ketahui saat ini adalah tembok yang dibangun oleh Zulkarnain atas permintaan rakyat China untuk melindungi mereka dari bangsa Ya’juj dan Ma’juj.

Hadits riwayat Bukhori di atas diperkirakan disampaikan oleh nabi antara tahun 622-632M. Ketika itu sebagian tembok pemisah yang dibangun Zulkarnain di Vina telah terbuka, yakni antara tahun 615-632 M. Pada rentang tahun itu, China menjadi negara superpower di Asia bagian utara yang dapat menghancurkan Turki bagian timur dan menguasai Mongolia pedalaman, Rodesia, dan daerah-daerah di Asia Tengah dengan kekuatan tentara yang sangat dahsyat di bawah kepemimpinan Kaisar Taizon.

Berbagai bencana, peperangan, dan peristiwa yang terjadi antara 615 – 632 M rupanya menjadi sebab terbukanya sebagian tembok pemisah sebagai pertahanan dari Ya’juj dan Ma’juj, sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

Bencana, peperangan dan kerusakan yang terjadi merupakan parameter Ya’juj dan Ma’juj. Perang sadis dan tidak berperikemanusiaan juga terjadi sekitar tahun 1200-an M di bawah kepemimpinan raja Mongol, Jenghis Khan

Baca Selengkapnya......

Kamis, 18 November 2010

Rumah Pondok Indah

“Benar Bun...si saroh liat sendiri, katanya kuntilanak itu lewat ruang tamu, tapi gak jelas gitu deh, bajunya putih-putih dan rambutnya panjang,” demikian cerita anakku seru, ketika aku naik ke atas tangga rumah, dan dirinya merapat ngeri, karena kami melintasi ruang tamu bersofa merah. Sekilas jujur saja, bulu kudukku merinding, seakan ada yang mengawasi atau mungkin terpengaruh sedikit dengan cerita anakku, wallohu alam. Walau keringat cukup berpeluh, karena jalan kaki dari depan kompleks dikarenakan angkot M09 supirnya mogok, tetapi otakku terus berfikir keras, bagaimana menjelaskan aqidah pada anakku dengan cerita yang mebuatnya yakin hanya pada ALLAH dan tidak takut pada hantu dan cerita-cerita seputarnya.


“Bunda, jangan pergi-pergi, kalau bunda pergi, maka kakak dan mbak Saroh pasti nonton tivi kuntilanak beranak atau rumah pondok indah, kemarin Iyan lewati rumah pondok indah, di jalan raya pondok indah itu loh, kata bude, rumah itu dulunya ada penghuninya 5 orang kayak kita gini, namun dirampok, dan semua penghuni rumahnya dibakar dan akhirnya banyak hantu di rumah pondok indah itu dan sekarang rumahnya kosong. Kembali pikiranku melayang, subhanallah kasihan betul pemilik rumah itu, karena gosip santer yang gencar di masyarakat membuat rumah itu dijual berapapun tak laku, dan akupun dengan taktis menghitung berapa rupiah uang yang ada dalam tabunganku, hmmm hanya cukup untuk beli gentengnya saja mungkin, bila pemilik rumah itu menyerahkan pengelolaan rumahnya pada aku dan kawan-kawan pengajianku, pasti sudah kami buatkan pesantren khusus putri atau pesantren khusus hantu...? atau mungkin juga bagus bila dibuatkan rumah alqur’an...? lamunku seru.

“Bunda...!!” teriak anak bungsuku mengagetkanku, “mana ya roti coklat yang bunda beli tadi pagi,kok tidak ada, juga susu strawberryku...bunda, jangan-jangan makanan kita akan habis kalau ada hantu di rumah kita..”

“Iyan soleh, hantu itu ada dimana-mana dan makanannya tidak sama dengan kita, yang penting kamu rajin shalat dan setiap pagi baca almatsurat, dan selalu baca basmalah sebelum makan maka hantu itu tidak akan mengganggu makananmu.”
“tapi bunda...” renggutnya seru. Hfff…terpengaruh lagi pikirku, dan aku kembali menjelaskan bla bla bla…ta ta ta...kepada anakku, kembali soal aqidah, hantu dan roti coklat yang hilang. Dalam bercerita pada anakku, aku mengambil hikmah, bahwa menjadi bunda memang harus tahu apa saja, dari aqidah sampai cerita hantu di rumah pondok indah, karena ketika era informasi menyerang anak kita dan mempengaruhi pemikiran mereka, hanya kita yang mampu membilasnya kembali dengan cerita-cerita bermuatan aqidah. Hmmm gumamku perlahan “Ibu, adalah segalanya,” dan tiba-tiba aku rindu pada ibuku, yang sudah tinggal di alam yang berbeda...terimakssih ibu...karenamu aku bisa menjadi ibu... seperti dirimu.

Baca Selengkapnya......

Mengapa Kambing Itu Menangis Ayah?

“Mengapa kambing itu menangis ayah? Ku lihat matanya berkaca-kaca…” demikian Iqbal bocah lelaki berusia 7 tahun bertanya kepada ayahnya dengan polosnya. “Ooyy.. lihat sapi itu juga keluar air matanya, aduh aku gak tega melihatnya, ayo deh yuk kita lepaskan aja ikatan talinya kita bawa dia kabur.” Ayah menghela nafas dan mengajarkan anak lelakinya tentang qurban, bahwa hakikat berqurban untuk menunjukkan bukti ketaatan kita kepada Allah, maka kita harus penuhi syariat yang Allah tentukan,

terutama dalam pemotongan hewan qurban seperti yang disunnahkan oleh Rasulullah, yaitu:
1. Langsung ditebas kepalanya, jangan diiris lehernya dengan lambat
2. Asah pisau pemotong qurban dengan setajam-tajamnya agar sang hewan tidak merasa kesakitan yang sangat lama
Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus radhiallahuanhu dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik (ihsan) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian menyembelih berlakulah baik dalam hal itu, hendaklah kalian mengasah pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya. (Riwayat Muslim)
3. Jangan mengasah pisau di depan mata sang hewan qurban, itu menyakiti hatinya..
4. Jangan menggunakan pisau yang tumpul atau karatan
5. Ketika memotong hewan qurban, tarik dari kumpulannya, jangan dipotong didepan kawan-kawannya.

Baca Selengkapnya......

Rabu, 17 November 2010

Para Ahli Astronomi Temukan Lubang Hitam Baru

Washington (ANTARA/Reuters) - Satu ledakan bintang pada 30 tahun yang lalu di dekat galaksi diduga menciptakan lubang hitam baru, demikian laporan para ahli astronomi, Senin.


Pengamatan yang dilakukan melalui sinar infra mengatakan supernova yang dijuluki SN 1979C merupakan lubang hitam yang sedang terbentuk, ujar sebuah regu ahli astronomi yang berasal dari Amerika Serikat dan Eropa.

"Jika perkiraan kami benar, itu merupakan contoh terdekat bagi pengamatan penciptaan sebuah lubang hitam," ujar seorang ahli Astrofisika dari Harvard-Smithsonian Center di Massachusetts, Daniel Patnaude, yang memimpin penelitian itu.

Seorang ahli astronomi amatir dari Maryland, Gus Johnson, menemukan supernova pada 1979 di tepi sebuah galaksi yang bernama M100, kemudian para ahli astronomi lain meneliti hal tersebut setelah penemuannya. Cahaya dan sinar infra dari pecahan telah memakan waktu selama 50 juta tahun untuk menuju ke bumi dengan kecepatan cahaya sebesar 300.000 kilometer per-detik atau sekitar 10 triliun kilometer per-tahunnya.

Pusat Pengamatan Sinar Infra Chandra milik NASA, Badan Antariksa Eropa XMM-Newton, dan Pusat Pengamatan Rosat milik Jerman telah menyaksikan bahwa itu memancarkan sumber sinar infra stabil yang terang.

Analisis sinar infra mendukung ide bahwa benda yang diamati merupakan lubang hitam dan itu juga akan menarik masuk benda yang jatuh dari sebuah supernova atau mungkin dari bintang kembar, ujar para ahli astronomi.

Para ilmuwan percaya bahwa lubang hitam dapat tercipta melalui beberapa cara yang dalam hal ini karena sebuah bintang yang berukuran sekitar 20 kali massa dari Matahari yang akan menjadi supernova dan kemudian meledak menjadi beberapa benda yang padat yang menghisap benda-benda di sekitarnya kedalam inti lubang hitam itu.

Baca Selengkapnya......